“improvBGR”, Mainan Baru StandUpIndo_BGR

Satu yang tak boleh lepas dari panggung #OpenMicBGR: “mencoba atau menguji hal-hal baru“. Apapun itu. StandUpIndo_BGR menggunakan panggung #OpenMicBGR untuk mengenalkan genre baru kepada penikmat stand-up comedy, yaitu komedi improvisasi. Tujuannya tidak muluk-muluk, sebatas memvariasikan #OpenMicBGR dan mengasah skill Komika Bogor dalam berkomedi.

Click to Show 'Percobaan Pertama StandUpIndo_BGR'

Kali pertama StandUpIndo_BGR mencoba improvisasi komedi, ketika #OpenMicBGRtour 14 Februari 2015 lalu di Gumati Café (Paledang). Jui Purwoto, Dede Kendor, Dzawin Nur, dan Angga Joy mengalawali itu dengan mentoring langsung dari salah satu anggota Improv Indo, Reno Fernandy, juga latar musik oleh Arie Agus Setiawan dari JelangUAN Band.

Menghibur? Ya. Langkah yang patut diacungi jempol buat percobaan pertama dan amat pantas diteruskan ke depannya.

Click to Show 'Inisiator improvBGR'

Seperti kepiting dengan kelapa yang berukuran raksasa dan bisa memanjat pohon kelapa juga membelah kelapa, keseriusan komedi improvisasi akhirnya diniat lebih lanjut dengan inisiasi dari Rifky Gusti dan keempat sayapnya Athaya Mubarak, Syaeful Bahri, Nadia Tiara Putri, dan Vrika Nurrahman. Kelima orang itu bersepakat memberi nama improvBGR.

Click to Show 'Penampilan Perdana improvBGR'

Dan pionir utama untuk menggerakan hal yang masih baru ini, lalu dan terpiliihlah: Jui Purwoto, Dede Kendor, dan Adit Nganga. Butuh waktu yang cukup lama buat improvBGR muncul kembali ke permukaan, hingga akhirnya tanggal 2 Mei 2015 perlu dicatat sebagai sejarah panjang StandUpIndo_BGR memperjuangkan stand-up comedy agar tetap berkibar. Saat #OpenMicBGR mulai rutin di Teras Corner, BTM, barulah improvBGR berulah. Ketiga pionir unjug gigi untuk pertama kali sebagai tim.

Entah akan seperti apa kedepan improvBGR, tapi bolehlah mengutip dari sajak Aan Mansyur yang berjudul ‘Melihat Api Bekerja’:

Menjadi dewasa bukan menunggu negara bangun. Menjadi dewasa adalah menu favorit di restoran cepat saji.

By: Harry Ramdhani

Comments

comments

@_HarRam

Kuli tinta (tanpa pena) di dunia ketiga. | Ketika terik siang, aku berteduh kehujanan. | Think Globally Act Comedy

Leave a Reply