Sitdown Comedy: Revolusi Ekonomi Terletak di Pantat Kita (part 2 of 2)

Aspek Hukum

Bagaimana dengan aspek yang penting seperti aspek hukum?

Kita tahu, salah satu permasalahan hukum yang paling penting di Indonesia adalah soal korupsi.

Mengapa korupsi begitu sulit diberantas?
Banyak orang mengatakan,

“Ya… susahlah. Soalnya duit ngga ada baunya. Ditilep susah ketahuan…”

Nah, jika Taik menjadi alat tukar kita, duit akan ada baunya bukan?

Artinya satu tonggak kendala pemberantasan korupsi telah bisa diatasi dengan sangat mudah.

Di sisi lain, dua faktor penyebab lain maraknya korupsi adalah karena mudah dan kenyamanan yang ditimbulkan ketika menyimpan uang. Sering kita baca di media massa bagaimana kasus korupsi yang tertangkap tangan seringkali ditemukan uang dalam jumlah berkardus-kardus atau berkarung-karung.

Faktor kemudahan dalam penyimpanan ini juga ditambah dengan tidak adanya upaya dari dalam keluarga untuk mencegah perilaku korupsi. Bahkan umum terjadi dalam rumah tangga suami-suami terpaksa korupsi karena istri-istrinya mendorong mereka untuk melakukan itu, atau sebaliknya istrinya korupsi karena suaminya di rumah tidak mencegah tapi malah mendorong ia melakukan itu.

Bayangkan jika taik menjadi alat tukar. Tembok pertahanan pertama terhadap korupsi akan muncul justru di dalam keluarga.

“Papa! Ngapain bawa lagi dua karung Taik ke rumah?!! Itu yang empat karung kemarin baunya udah bikin Mama pingsan enam kali sehari tauk!!! KEMBALIIN SANA KE ISTANA NEGARA!!”

Bisa anda lihat betapa efektifnya taik sebagai alat tukar untuk membuat indeks korupsi di Indonesia turun drastis?

Bahkan untuk kejahatan-kejahatan hukum lain pun kita bisa melihat dampak manfaat yang besar.

Seperti misalnya disumbangkan pemikiran oleh Cak Marto (@MartoArt) :

Bila selama ini kita jengah melihat banyak pelaku sodomi pada anak-anak tidak mendapat hukuman yang cukup berat, maka jika taik menjadi alat tukar, kepada mereka tentu akan bisa dikenakan hukuman yang sangat berat.

Karena tindak pidana sodomi secara teoritis akan tergolong pada pidana UPAYA PEMBOBOLAN BANK.

Dari berbagai analisa yang telah kita lakukan bersama, rasanya tidak dapat ditolak lagi kenyataan bahwa menggunakan Taik sebagai alat tukar merupakan sebuah solusi cerdas yang bisa menuntun kita bukan hanya pada revolusi di bidang ekonomi, namun juga meliputi begitu banyak aspek di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mungkin anda berpikir, konsep ini sangat brilian dan layak untuk diganjar dengan penghargaan Nobel bidang ekonomi.

Namun terus terang bagi saya pribadi penghargaan semacam itu tidak penting. Apalagi mengingat penerima Nobel selain penghargaan juga akan menerima uang sejumlah 13 Milyar. Dan bila Taik menjadi alat tukar, rasanya malah menyulitkan bagi saya apabila harus menerima hadiah berkarung-karung taik.

Yang lebih penting bagi kita tentu saja mensosialisasikan pemikiran dan konsep revolusioner ini.

Paling tidak, dengan memahami pentingnya konsep taik sebagai alat tukar dalam mewujudkan kedaulatan ekonomi rakyat, saat kita mendapati pejabat, tokoh masyarakat atau calon-calon presiden meneriakkan jargon kedaulatan ekonomi rakyat atau pemerataan ekonomi, kita bisa mengatakan pada mereka…

“BOSS KALAU BICARA KEDAULATAN EKONOMI RAKYAT, NGOMONGNYA SAMA PANTAT SAYA BOSS…”

Sentaby,
Bog 2 Juni 2014

DBaonk

‘berawal dari kuliah whatsapp’

 

Lihat bagian pertama: Sitdown Comedy: Revolusi Ekonomi Terletak di Pantat Kita (part 1 of 2)

Comments

comments

mimin

Leave a Reply