Stand up comedy, pada akhirnya, hanya punya dua elemen utama: cerita dan ketidaksesuaian. Cerita adalah fondasi stand up itu sendiri, sementara ketidaksesuaian atau kejutan adalah sumber komedinya.
Ketidaksesuaian muncul ketika cerita yang kita bangun mengandung masalah. Contoh sederhananya adalah ketika kamu kasih kado ulang tahun ke temanmu, tapi dia sama sekali nggak excited. Ada masalah, ada ekspektasi, dan ada peluang untuk komedi.
Di kelas keempat ini, Jui Purwoto, senior Stand Up Indo Bogor sekaligus mentor, menjelaskan dasar-dasar komedi yang selama ini sering disalahpahami orang. Menurut Jui, tawa adalah efek dari cerita yang disampaikan tanpa gradasi, alias hadir sebagai kejutan dari alur yang sudah dibangun.
Karena itu, punchline wajib diletakkan di akhir. Menaruh punchline di depan adalah kesalahan fatal, karena ia kehilangan fungsi utamanya yaitu menjatuhkan ekspektasi.
Intinya, stand up comedy adalah perang konteks. Penonton tertawa karena mereka paham konteks yang kita bangun sejak awal.
Bagaimana Menanamkan Konteks? Dengan Bercerita
Cerita adalah alat untuk menanamkan gambaran dalam kepala audiens. Ketika ekspektasi sudah terbentuk, barulah punchline ‘menghajar’ dengan sesuatu yang nggak sesuai, tapi tetap logis. Dan itu hanya bisa terjadi kalau ada masalah.
Contoh dua konteks yang saling beradu yang bisa menghasilkan kelucuan:
•Indonesia negara miskin, tapi banyak yang punya mobil.
•Temanmu suka minjem duit, tapi selalu liburan ke Eropa.
Di sini, tawa muncul bukan dari jokes-nya, tetapi dari adu konteks yang saling bertolak belakang.
Stand Up itu Bukan Sekadar Joke Telling
Inilah yang membedakan stand up comedy dengan komedi lainnya. Ritual merangkai jokes tanpa cerita hanya membuat kita jadi joke teller. Penonton mungkin tertawa, tapi mereka nggak akan betah mendengarkanmu dalam durasi yang panjang.Sementara stand up comedy bisa berdiri berjam-jam di panggung karena orang bertahan demi ceritanya, bukan semata-mata karena humornya.
Cerita membuat penonton percaya. Cerita membuat mereka merasa tidak dibohongi. Cerita membuat mereka bertahan.
Alasan Kenapa Penonton Mau Mendengarkan
Ada tiga unsur penting yang membuat seseorang mau mendengarkan seorang komika:
•Mudah disimak
•Dapat dipercaya
•Ada masalah
Kenapa kita harus menyampaikan sesuatu yang ada masalah di dalamnya? Karena kalau cerita kita nggak punya masalah, jatuhnya cuma sesederhana life update..
Stand up comedy mengajarkan cara mengolah masalah menjadi opini, mengubah keresahan menjadi humor, dan membangun argumen yang menggigit.
Lalu, Apa Sebenarnya Arti Stand Up?
Secara harfiah, stand up memang berarti ‘berdiri’. Tapi dalam komedi, stand up adalah soal menegakkan sesuatu, entah nilai, opini, keresahan, atau sudut pandang.
Bahkan kamu boleh duduk di panggung, selama ada sesuatu yang sedang kamu tegakkan yang dibalut dengan formula yang tepat yaitu ada premis, set-up dan punchline.
Premis adalah akar dari semuanya atau perasaan negatif atau keresahan terhadap sesuatu.
Raditya Dika pernah membuka materi dengan keresahan sederhana, yaitu “umur gue makin tua, teman gue makin dikit.”
Bagi penonton, mungkin itu bukan masalah besar. Tapi karena Radit menegakkan ceritanya dengan jelas, keresahan itu berubah menjadi sesuatu yang relatable, lucu, dan mudah diikuti.
Materi Radit memenuhi tiga unsur penting: mudah disimak, bisa dipercaya, dan jelas masalahnya. Maka penonton pun mengikuti alurnya tanpa merasa digurui atau dibohongi. Setelah dari premis itu, Radit jadi mudah membawa penonton untuk mendengarkan jokes-jokesnya yang ia sampaikan selama satu jam lebih. Cerita yang mudah disimak, membuat penonton terlena dengan theater of mind-nya Radit
Pada akhirnya, stand up comedy bukan soal siapa yang paling banyak punchline, tapi siapa yang paling mampu membangun cerita, menanamkan konteks, dan menjatuhkan ekspektasi penonton dengan cara yang logis dan menyenangkan. Stand up bukan sekadar seni melucu, tapi seni memahami masalah, merangkai perspektif, dan berbagi keresahan dengan cara yang membuat orang tertawa. Dan dari sinilah, komedi menemukan kekuatannya yang paling jujur dan membawa kebenaran dengan cara yang paling ringan.
